0

Malu adalah sifat yang membuat kita enggan untuk melakukan sesuatu. Ia merupakan benteng yang cukup kokoh untuk menahan kita melakukan hal-hal yang tidak baik. Kita menahan diri untuk tidak meminta-minta karena kita malu. Kita tidak mengambil hak orang lain karena kita malu. Malu menjadi bagian dari pengendalian diri. Karena itulah, maka Rasulullah saw menegaskan kepada kita,"Malu itu sebagian dari iman."



Andai kita merasa malu untuk berlari dijalanan dengan tubuh tanpa buasana maka kita tidak akan melakukannya. Itu pasti. Kecuali jika kita sudah kehilangan akal sehat; maka apapun tidak akan membuat kita malu.



Tapi itu karena kita malu kepada sesama manusia. Maka bayangkan saja, kalau seandainya rasa malu itu kemudian kita gunakan pula untuk malu kepada Allah swt. Kita tanamkan dalam diri kita rasa malu kepada-Nya jika harus berkeluh kesah; malu karena menuduh ada sesuatu yang salah dalam takdir-Nya; atau malu karena menyalahkan nasib atas semua yang kita alami. Padahal banyak bukti bahwa keluahan yang kita lontarkan selalu bersumber kepada kurangnya rasa syukur kita atas semua capaian yang sudah kita raih. Itulah sebabnya, mengapa’mengeluh’ itu bukan monopoli orang susah saja. Orang yang kaya dan sukses pun ada yang sangat terampil mengeluh. Pemimpinpun ada yang hobi mengeluh, padahal jika bertukar posisi belum tentu mereka akan berhenti mengeluh.



Ketika kita sungguh-sungguh berterimakasih atas sebuah berkah, maka kita tidak akan mengeluh manakala tengah diuji dengan sebuah situasi sulit. Sebaliknya, kita semakin berterimakasih karena ternyata nikmat yang dulu pernah didapat itu begitu bernilai. Dan ketika kita begitu khusyuknya bersyukur, kita lupa untuk mengeluh. Bahkan, sekalipun kita ingat; kita tidak jadi mengeluh. Karena, kita malu untuk mengeluh. Oleh karenanya, yang terucap dan diperbuat tidak lain adalah ungkapan penghargaan atas semua kenikmatan yang telah Allah anugerahkan. Sekalipun Allah tengah menguji kita, tetapi kita merasa malu mengeluh. Lalu kembali berterimakasih, bahkan ketika tengah berada dalam ujian. Pantaslah jika semakin hari, dia semakin disayang oleh Allah swt.

Tarbawi 229 Th.11 Jumadil Akhir 1431 H/ 3 Juni 2010

Dikirim pada 24 Juni 2010 di Wawasan




Oleh Raihan

Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu

Ku sering melanggar laranganMu
Dalam sedar ataupun tidak
Ku sering meninggalkan suruhanMu
Walau sedar aku milikMu

Bilakah diri ini �kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi kuingat petang kualpa
Begitulah silih berganti

Oh Tuhanku,
Kau pimpinlah diri ini
Yang mendamba CintaMu
Aku lemah aku jahil
Tanpa pimpinan dariMu

Ku sering berjanji di depanMu
Sering jua ku memungkiri
Ku pernah menangis keranaMu
Kemudian ketawa semula

Kau pengasih
Kau penyayang
Kau pengampun
Kepada hamba-hambaMu

Selangkah ku kepadaMu
Seribu langkah Kau padaku

Tuhan,
Diri ini tidak layak ke surgaMu
Tapi tidak pula aku sanggup ke nerakaMu

Kutakut kepadaMu
Ku mengharap jua padaMu
Mogaku �kan selamat dunia akhirat
Seperti rasul dan sahabat

Seperti rasul dan sahabat

Dikirim pada 19 Juni 2010 di Lyric Music

Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini tlah berpadu

berhimpun dalam naungan cinta-Mu

bertemu dalam ketaatan bersatu dalam perjuangan

menegakkan syariat dalam kehidupan



kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintannya

tunjukkilah jalan-jalannya

terangilah dengan cahya-Mu yang tiada pernah padam

Ya Rabbi bimbinglah kami



lapangkanlah dada kami

dengan karunia iman dan indahnya tawakkal pada-Mu,

hidupkan dengan ma�rifah-Mu

matikan dalam keadaan syahid dijalan-Mu

engkaulah pelindung dan pembela



disyairkan oleh Izzis

Dikirim pada 13 Juni 2010 di Lyric Music


Astaghfirullah....

Sedikit waktuku lagi untuk merenung
Sampai tiba saat ini
Di saat tulisan ini mulai tertoreh
Di saat mata ini mulai terbuka
Di saat lidah mulai mengeja
Di saat hati mulai menerjemah
Di saat aku merasa lemah tanpaMu
Dan di saat ini

Wahai Pemilik Hati…..
Aku tidak tahu kapan hati ini mulai tak terjaga lagi
Hingga aku tak tahu pasti bagaimana rasanya
Ada kegundahan di sana
Ada kekhawatiran di sana
Ada harapan, ada cita.....tapi aku tahu, itu kosong
Karena aku sendiri tak dapat memastikannya

Wahai Pemilik Hati.......
Kini aku tak bisa menahan rasa yang sudah terlanjur ada
Bersihkan hatiku untukMu
Mudahkanlah usahaku untuk seperti itu
Aku rindu saat-saat sendiri dengan keyakinan kuatku akan cintaMu
Kegundahan dan kekhawatiran itu menggangu malam-malamku
Harapan dan cita-cita yang kosong itu menghabiskan hari-hariku
Sehingga aku kehilangan Engkau

Pemilik Hatiku......
Tambahkan rasa takut yang sempat hilang
Rasa takut akan azabmu yang sangat pedih
Rasa takut kehilangan cintaMu yang sebenar-benar cinta
Engkau yang berhak dan kuasa atas semua
Berikan aku tambahan rasa takut akan kuasaMu yang tak terduga
Bersihkanlah yang sudah membuat kotor
Lagi...mudahkanlah usahaku untuk seperti itu

Engkau Sang Pemilik Hati.....
Sungguh ketenangan ini datang hanya dengan cintaMu, hanya cintaMu
Dan aku tak mau kehilangan itu
Seperti yang mulai kurasakan sekarang
Bila itu kusebut cinta,
Cintaku tak akan mudah bila seperti ini
Cintaku tak akan mudah bila aku definitifkan
Cintaku tak akan mudah bila aku tak pandai menempatkannya
Cintaku tak akan mudah bila aku tak tahu harus kapan memulainya
Dan cintaku pasti tak akan mudah bila justru semakin membuat aku jauh dari Mu

Pemilik Hatiku.....
Tambahkan kekuatan untuk ku sabar menunggu rencanaMu
Rencana besar untuk ku yang menambah semakin besarnya cintaMu padaku
Engkau yang paling mencintaiku...
Yang pasti tahu siapa dan kapan yang terbaik untuk ku
Mudahkanlah aku untuk bisa selalu mengerti itu
Ambillah semua yang melalaikan aku dari Mu
Agar aku selalu dan hanya bergantung pada Mu
Berharap hanya pada Mu
Karna aku takut kehilangan kasih sayangMu
Dan lagi...azabMu sungguh sangatlah pedih

Untuk perasaan yang bila itu disebut cinta
Mengertilah....pemilik hatiku tak akan membiarkanmu berlama-lama menari di hatiku
Mengertilah.....aku tersiksa karena mu, tersiksa karena kehilangan cinta sejatiku
Tunggulah sampai pemilik hatiku mengijinkanmu menghiasi hidupku
Jangan sekarang....jangan sekarang
Karena sungguh tak pernah akan menjadi mudah untukku nanti
Dan mengertilah bahwa aku sangat takut itu

Engkau pemilik hatiku.....
Bersihkanlah kembali hatiku
Agar bisa kupasrahkan lagi semuanya hanya pada Mu
Bila sudah terlanjur banyak kotor dan rusak bahkan mati,
Sudilah Engkau menggantinya dengan hati yang baru
Hati yang selalu mengharap cintaMu dan hanya bergantung padaMu
Bukan yang lain..


Written at 2.30 am, May 30 2010, dengan harapan menyentuh setiap hati (-_-)

Hasil kopian dr catatan seorang teman.

Dikirim pada 04 Juni 2010 di Wawasan
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA