0
Dikirim pada 01 Agustus 2010 di Bekal Ramadhan

 Saat Mubarak, Lc.

E-mail Cetak PDF

bekal taqwa

Ma`aasyiral Mu`miniin Rahimakumullah….

Wasiat takwa senantiasa disampaikan oleh setiap khotib di awal khutbahnya, hal ini menunjukkan sekaligus menegaskan betapa pentingnya nilai taqwa di mata Allah swt, sehingga wasiat dengan tema taqwa ini menjadi salah satu rukun khutbah. Oleh karenanya orang-orang bertaqwa memiliki kedudukan dan keutamaan tersendiri, meraih derajat yang tinggi dihadapan Allah subhaahu Wa ta`alaa,

inilah beberapa keutamaan dan kedudukan mereka ;

Pertama : Yang bertaqwa adalah yang termulia di sisi Allah swt

Allah swt mendudukkan pribadi-pribadi bertaqwa meraih derajat kemuliaan yang tinggi di sisi-Nya, demikianlah firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat ke-13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.[QS. Al-Hujurat (49) : 13]

 

Demikianlah setelah Allah swt menyinggung kata yang mewakili jenis manusia, mereka yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, Allah swt menutup firman-Nya dengan ungkapan yang menunjukkan bahwa yang paling bertakwa dari merekalah yang paling mulia disisi-Nya tidak peduli apa warna kulit mereka, apa kebangsaan mereka, bahkan apa jenis kelamin mereka, yang bertaqwalah yang paling mulia.

Oleh karena itulah Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad; “Wahai sekalian manusia, sesunggunya Tuhan kalian adalah satu, ayahanda kalian adalah satu, ingatlah..! tidak ada keutamaan lebih bagi orang arab atas selain mereka, tidak pula bagi non arab atas orang-orang arab, tidak pula yang berkulit merah lebih utama dari yang berkulit hitam tidak pula yang berkulit hitam lebih utama dari yang merah, tak lain yang membuat lebih utama melainkan karena taqwa”. (HR. Imam Ahmad)

Maka bagi siapapun yang ingin meraih kemuliaan tertinggi disisi-Nya, hal itu tidak akan dicapai dengan sekedar harta, kemewahan, ataupun keturunan yang banyak, namun hanya dengan taqwa. Demikian ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah,

يا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ أَكْرَمُ النَّاسِ ؟   قَالَ  :   أَتْقَاهُمْ "

“Wahai Rasulullah, Siapakah manusia termulia ? maka Rasulullah menjawab :                                      “Yang paling bertaqwa” .         

(HR. Bukhori dalam kitab ahadits al-anbiya’ dan Muslim dalam kitan Al-Fadha’il)

Kedua : Orang-orang bertaqwa adalah para wali dan kekasih Allah swt

Hadirin yang dirahmati Allah… orang-orang yang dalam dirinya bersemayam ketaqwaan akan menjadi wali sekaligus kekasih allah swt, begitu tegas Allah menyatakan dalam firman-Nya bahwa Dia mencintai orang-orang bertaqwa;

بَلَى مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

“(Bukankah demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. [Qs. Ali Imran(3) : 76]

Innallaha yuhibbul muttaqin- sesunguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa, petikan firman Allah swt ini juga termaktub dalam Surah At-Taubah,surah ke-9 pada ayat ke-4 dan ayat ke-7 .

Karena mereka dicintai Allah maka mereka menjadi wali-wali Allah, merekalah para auliyaaullah, para wali bukanlah yang selalu memiliki kemampuan diatas rata-rata manusia biasa, memiliki kesaktian dengan ilmu kanoragannya dan berkemampuan supranatural…. Para wali Allah adalah orang-orang yang penug ketaqwaan kepada-Nya, tidak takut melainkan kepada Allah semata..

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ  الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.[QS. Yunus (10) : 62-63]

Ketiga : Meraih Ma`iyyatullah

Dengan ketakwaanya, pribadi bertaqwa akan dicintai Allah swt, dengan cinta-Nya, Allah akan senantiasa menganugerahkan mai`iyyah-Nya –kebersamaan-Nya, inilah kesertaan dan kebersamaan khusus yang Allah berikan kepada mereka oarang-orang yang bertaqwa,

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“dan bertaqwaah kepada Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa” [QS. Al-Baqarah(2) : 194]

Tentunya tidak ada kebersamaan yang lebih nikmat, tidak ada kesertaan yang lebih indah, tidak ada kedekatan yang lebih syahdu daripada ketika seorang hamba sedang merasa dekat dengan Tuhannya, merasa Allah swt sesantiasa menyertai dalam setiap langkahnya dalam menapaki jalan kehidupan ini. Maka dia akan berjalan mengarungi kehidupan ini; segala yang akan dia lalui dia lewati, semua itu dengan ketaqwaannya akan ia tempuh dengan ma`iyyatullah.

Keempat : Dimudahkan urusannya

Allah subhanahu wa ta`aala telah menegaskan dalam firman-Nya ;

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى  وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى  فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”.[QS. Al-Lail (92) : 5-7]

Orang-orang yang bertaqwa adalah mereka yang gemar berbagi, mereka mau mencurahkan sebagian harta yang mereka miliki untuk kepentingan fi sabilillah, sanggup memberi di saat lapang maupun sempit, di waktu mudah maupun sulit, semua itu karena mereka benar-benar yakin akan adanya balasan syurga, maka kelak Allah akan memberi  balasan yang baik dari apa yang telah mereka lakukan dan akan memyediakan jalan kemudahan bagi mereka dalam melakukan berbagi kebaikan .

satu hal yang  tidak boleh terlewat dari perhatian kita disaat mentadaburi ayat-ayat diatas adalah adanya kata “A`tha” yang berarti memberi, ini memberi isyarat kepada kita bahwa setiap kita diharapkan memiliki kontribusi, baik dengan harta yang Allah titipkan kepada kita, fikiran dan ide, atau pun jasa dan tenaga yang bisa kita berikan. Maka jika semua ini kita lakukan dengan didasari iman dan dibingkai dengan nilai ketaqwaan kepada Allah swt maka ada jaminan bahwa Dia akan memudahkan segala  urusan baik kita.

Kelima : Dilapangkan Rizkinya

Rizki adalah segala hal yang manfaat baiknya kembali kepada kita. Termasuk dalam kategori rizki adalah harta, kesehatan, ilmu, kesempatan dan peluang. Jadi rizki tidak terbatas pada harta.. Allah swt menjanjikann kepada mereka yang bertakwa untuk mendapatkan kemudahan jalan keluar termasuk di dalamnya jalan meraih rizki.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya “. [QS. Ath-Thalaq (85) : 2-3)

Demikian sebagian ayat 2 dan 3 dari surah Ath-Thalaq ini memberikan gambaran kepada kita bahwa Allah swt menjamin kepada orang yang bertaqwa akan mendapatkan  jalan keluar dari masalah yang sedang ia hadapi serta rezki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan perlu kita renungkan bersama bahwa Allah swt menempatkan firman-Nya ini di sela-sela bahasan tentang  masalah perceraian, yang bisa jadi ketika seeorang tidak lagi mampu mempertahankan keutuhan rumah tangganya sehingga kemudian bercerai- walupun perceraian adalah sesuatu yang halal namun dibenci Allah- perceraian itu terjadi tetap dalam upaya menjaga nilai ketakwaan  kepada Allah, terkadang terbersit kekawatiran masalah rezki…. Dalam gambaran kondisi inilah kita mendapati seakan ayat ini menggedor kesadaran bahwa Allahlah yang Ar-Razzaq… dzat Pemberi Rizki, Dialah yang menjanjikan kemudahah kepada siapa yang mau benar-benar bertaqwa kepada-Nya.

Demikianlah khutbah yang singkat ini, semoga Allah swt melipat gandaklan kekuatan kita untuk berupaya menjadi  pribadi-pribadi bertaqwa yang akan mendapat beberapa keutamaan diatas, adapun beberapa keutaman lain dari ketaqwaan akan kita sampaikan pada kesempatan yang akan datang, semoga Allah swt memberi kita umur panjang yang terhiasi dengan amalan keshalehan. Amien

Ma`aasyiral Mu`miniin Rahimakumullah….

cahaya iman

Kalau ada orang yang paling mulia dialah yang paling bertaqwa kepada Allah swt, kalau ada yang paling beruntung dialah orang yang bertakwa, kalau ada yang manusia yang paling hati-hati menapaki jalan hidup yang dilaluinya dialah orang yang bertaqwa, kalau ada orang yang paling waspada menjaga keluarganya agar tidak terjerumus kedalam lumpur dosa dialah orang yang bertakwa. Demikianlah ada sederet karakter dan kriteria baik yang pantas disandang oleh manusia yang bertaqwa kepada Allah, Tuhan yang menciptakan semesta raya, tempat hidup segenap mahluk-mkhluk-Nya termasuk manusia, memang pantaslah kiranya kalau mereka meiliki keutamaan tersendiri. Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan bahasan kita tentang keutamaan dan kedudukan orang-orang bertakwa, setelah sebelumnya kita membahas lima keutamaan mereka, demikian berikutnya;

Keenam : Tergapainya Syurga dan Kenikmatan Akherat

Allah swt memberikan informasi kepada kita tentang orang-orang yang sukses dengan sebenar-benarnya sukses, mereka yang kesuksesanya terbawa sampai akherat, dan di antara mereka adalah pribadi bertakwa,  demikianlah firman Allah swt dalam Surah An-Nur ayat yang ke-52;

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan”.                  [QS. An-Nur (24) : 52]

Orang yang benar-benar mendapat kemenangan adalah yang menang di kehidupan akherat, mereka para pemenang itu akan diberi kedudukan yang tinggi dan ditempatkan di tempat yang mulia, tempat yang sudah disediakan Allah swt untuk mereka, mereka yang takut kepada Allah swt disebabkan dosa-dosa yang pernah dikerjakannya serta  memelihara diri dari segala macam dosa-dosa yang mungkin terjadi.  Disaat kebanyakan orang melihat dunia adalah segala-galanya mereka memandang dunia hanyalah sarana, diwaktu umumnya orang ingin mengekalkan kekuasannya di dunia mereka melihat dunia ini sementara dan fana, itu semua karena adanya keimanan yang kuat dan menghujam sanpai dasar sanubarinya.

Dalam ayat yang lain Allah saw juga memberikan kabar gembira kepada yang bertaqwa,

وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. [QS. Ali Imran (3) : 133]

 

Ketujuh : Mendapat Pengajaran dari Allah swt

Hadirin yang dirahmati Allah… orang-orang yang bertaqwa kepada Allah swt akan senantiasa mendapatkan petunjuk dari Allah melalui Al-qur’an, karena memang Al-Qur’an adalah penunjuk bagi orang-orang bertaqwa-Hudal lil muttaqin- karena hanya orang-orang yang berupaya menjadi pribadi bertakwalah yang akan mampu menyerap petunjuk-petunjuk yang Allah ta`ala bentangkan dalam Al-Quranul Karim. Karena usaha yang dikerahkan untuk menjadi hamba bertakwa membuat mereka akan mendapatkan pengajaran dari Allah.;

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dan bertakwalah kepada Allah;  Allah akan mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” [Qs. Al-Baqarah(2) : 282]

Imam Al-Qurthubiy –rahimahullah- mengatakan dala tafsirnya, “Ini adalah janji dari Allah, bahwa seseorang yang bertaqwa, maka Allah akan mengajarnya, yakni menjadikan dalam hatinya cahaya untuk memahami sesuatu yang disampaikan kepadanya, Allah swt akan menjadikan dalam hatinya ada pembeda(furqan) yakni sesuatu yang akan membedakan mana yang hak dan mana yang bathil, diantara yang menjelaskan ini adalah firman Allah swt

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَت�



Dikirim pada 01 Agustus 2010 di Bekal Ramadhan
comments powered by Disqus


connect with ABATASA